Channel PIN : C004874EF
"JOIN BBM Channel Official Anak Kos Entertainment"

Tuesday, April 12, 2011

Khadafi

Perlawan Terhadap Khadafi Terus Dijaga
Editor: mmy_muzic@yahoo.co.id
Selasa, 12 April 2011 | 07:47 WIB


AP Seorang pemberontak Libya menenteng senjata AK-47 saat ia berjalan dekat kendaraan tempur pasukan pro Mommar Khadafy di kota Brega, Rabu (2/3/2011)
TERKAIT:
• 191.000 Orang Melarikan Diri Dari Libya
• Pemberontak Tembak Jatuh Pesawat Tempur
• Loyalis Khadafy Kepung Zawiyah
• China Evakuasi 36.000 WN dari Libya
• Korban Tewas di Libya Timur Bertambah
BENGHAZI, KOMPAS.com - Dewan Nasional Libya yang bermarkas di bagian timur negara itu yang dikuasai demonstran pemberontak, Sabtu membentuk komite krisis dengan tiga anggota untuk mengurusi masalah militer dan luar negeri.
Dewan itu juga mengatakan mereka akan menjaga pemberontakan terhadap pemerintahan Moammar Khadafi, tapi menegaskan mereka bukan pemerintah sementara.
Mereka juga ingin memindahkan markas dari kota Benghazi di Libya timur ke Tripoli, meskipun ibukota itu masih dikuasai pasukan Khadafi.
Dewan itu mengulangi permintaanya pada serangan udara asing untuk membantu mengeluarkan pria yang telah berkuasa selama 41 tahun dan telah menggunakan pesawat perang dan helikopter terhadap pasukan pemberontak itu. Mereka menuduh Khadafi menyewa tentara sewaan Afrika untuk membantunya.
Guru besar ilmu politik Fathi Baja, anggota pemberontak Koalisi 17 Februari yang bermarkas di Benghazi menjelaskan, komite itu akan membesarkan harapan orang karena mereka memilih sejumlah nama yang sangat kuat.
"Mereka mencerminkan keseimbangan karena berasal dari tempat dan suku yang berbeda-beda," katanya.
Dewan telah menunjuk Omar Hariri, salah satu perwira yang mengambil bagian dalam kudeta 1969 pimpinan Khadafi tapi kemudian dipenjarakan, sebagai pemimpin militer.
Ali Essawi, bekas duta besar untuk India yang mengundurkan diri bulan lalu, akan memimpin urusan luar negeri.
Mahmoud Jibril, yang terlibat dalam proyek yang disebut Visi Libya dengan sejumlah intelektual lainnya sebelum pemberontakan untuk membentuk negara demokratis itu, akan memimpin komite krisis.
Anggota baru lainnya termasuk pembangkang Ahmed Zoubeir, yang pada masa pemerintahan Khadafi telah menghabiskan waktu lebih lama di penjara dari masa tahanan pemimpin Afrika Nelson Mandela yang 28 tahun, dan juga Selwa Adrilli, Fathi Terbil dan Fathi Baja. Anggota lainya akan diumumkan pada tanggal kemudian.
Ketika berbicara para konferensi pers, pemimpin dewan nasional, bekas menteri kehakiman Mustafa Abdel Jalil, mengatakan badan itu tidak menginginkan tentara asing di daratan Libya dan memiliki pasukan cukup untuk membebaskan negara itu.
"Ada perasaan di jalanan bahwa jika Khadafi dapat mengerahkan orang asing untuk berperang bagi mereka, lalu mengapa kami tidak bisa?," katanya.
"Rakyat kami memiliki jumlah itu dan ketetapan untuk membebaskan selurun Libya, tapi kami minta serangan udara untuk membantu kami melakukan ini dalam waktu secepat mungkin."
Ia juga mengatakan, sebagian besar gerilyawan sipil dalam pasukan pemberontak, akan digantikan oleh pasukan perang yang lebih profesional.

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan berkomentar disini...